Thursday, October 21, 2021

“BERKECUKUPAN UNTUK BERBAGI” HOW TO GET REACH IT?

 


 


Masa pandemi Covid 19 yang sudah berjalan lebih dari 1 tahun ini membuat saya prihatin terhadap dunia. Memang tidak ada yang dapat menduga apa yang akan terjadi kelak. Tidak menyangka efek pandemi yang luar biasa mengubah banyak hal. Perekonomian, lingkungan, kemanusian. Kesulitan ekonomi yang dialami tidak hanya dari kalangan bawah, bahkan yang dari kalangan atas pun bisa rugi serugi-ruginya. Di tengah duka yang dirasa, seketika banyak orang yang turut prihatin berlomba-lomba saling membantu turun ke jalan untuk saling menguatkan dan mengerahkan tenaga untuk menyisihkan bantuan.

Melihat keadaan itu rasanya senang bisa menjadi kebahagiaan juga bagi orang lain. Tapi terkadang dengan mirisnya pribadi ini nyeletuk “coba aja uangnya sebanyak mereka, pasti bisa berbagi juga”.  Padahal berbagi nggak harus nunggu banyak uang dulu. Walau efek pandemi juga saya rasakan, saya berusaha untuk bisa turun membantu juga mereka yang lebih membutuhkan, karena masih banyak kondisi lebih nggak baik diluar sana.

Tapi nggak salah kalau mimpi mau hidup berkecukupan lebih kan? Maunya supaya bisa lebih royal berbagi tanpa harus takut kita juga akan kekurangan, padahal dengan berbagi nggak akan bikin kita kurang, malah akan selalu ada gantinya.

PENTINGNYA HIDUP BERKECUKUPAN?

Kalau lihat media sosial belakangan ini harus punya batin kuat. Banyak drama, orang berlomba-lomba pamer harta benda, penghasilan, dll. Kalau punya mental lemah pasti mikirnya sudah putus asa dan minder terus. Nggak bisa selalu dibilang sombong, mungkin itu cara masing-masing orang menghargai kerja keras mereka. Tapi yang lebih inspiratif, mereka yang diluar sana bisa memberikan bantuan dari rejeki yang mereka miliki untuk orang lain yang membutuhkan. Memang berbagi gak seharusnya selalu dilihat orang, tapi niatnya mungkin memberi inpirasi juga untuk orang lainnya ikut bisa membantu satu sama lain. Terkadang mengandai-andai punya rejeki lebih juga pengen banget, supaya bisa ikut berbagi. Padahal berbagi nggak harus punya uang banyak dulu. Ya tapi dimulai berbagi dalam skala kecil dulu. Rasanya habis berbagi tuh hidup kayak tenang dan ikut seneng. Jadi berkecukupan bukan berarti jadi sultan, dan nggak cuma memuaskan kepentingan pribadi, tapi bisa berguna juga untuk orang lain.

KALAU UDAH BERKECUKUPAN, MANFAATNYA BUAT SIAPA?

Balik lagi, kalau dikasih rejeki sama Tuhan, apa yang kita lakuin? Namanya kalau habis dikasih kan berarti ada terima kasih. Terima ya berarti men
erima, lalu kasih ya berarti kita harus kasih lagi apa yang kita terima. Saya jadi berpikir, pantas mereka yang berkecukupan akan selalu sejahtera, karena apa yang mereka terima, mereka kasih lagi ke orang lain, makanya nggak berkesudahan rejekinya. Jadi, sebisa mungkin setiap rejeki yang kita terima, jangan takut untuk kasih lagi buat mereka yang juga butuh, rasa bahagianya jadi nggak dinikmati sendiri tapi buat banyak orang lain juga.

KALAU BELUM BERKECUKUPAN, KEKUATAN APA YANG BISA DIKERAHKAN? DAN BAGAIMANA UPAYA MEWUJUDKANNYA?

Dalam hidup ada yang namanya rejeki, ada yang namanya berkat. Yang selalu berbentuk materi itu namanya rejeki. Dan rejeki bisa datang dari mana aja dan siapa aja. Kayak ada pepatah “rejeki nggak kemana-mana”. Tapi kalau berkat, udah pasti datangnya dari Tuhan. Berkat nggak selalu dalam bentuk materi, tapi kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, orang-orang yang support di sekeliling kita, dan masih banyak lagi. Contoh, selama pandemi berjalan, sampai saat ini Puji Tuhan saya diberi kekuatan dan kesehatan, itu namanya berkat. Bersyukur luar biasa dong. Jadi, walau efek pandemi ikut dirasakan juga, tapi masih harus inget, kita masih terima berkat. Jadi harus tetap bersyukur. Kalau masih punya rejeki walau sedikit, saya mau bisa menjadi berkat buat orang lain. Turut prihatin dan peduli dengan menyisihkan sedikit demi sedikit rejeki yang ada, karena berbagi nggak hanya dari kelimpahan. Dimulai dari yang sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Dimulai dari mencoba, lama-lama menjadi terbiasa.

No comments:

Post a Comment

The Purpose of Life

      (Nice homework)      1. Apakah sampai hari ini Anda tetap memilih bidang pekerjaan yang saat ini dilakukan? Ataukah setelah merenung b...