Wednesday, October 20, 2021

HUMAN DESIGN

Human design bisa dikatakan juga sebagai blue print dalam kehidupan manusia. Setiap individu memiliki mekanisme/cara kerja masing-masing dalam proses berinteraksi.

Human design dilihat dari informasi tempat, tanggal, dan jam lahir kita secara spesifik. Ketika lahir ke dunia, kita terekspose oleh medan energy yang ada di sekitar kita, medan energy yang mengaktifasi program sifat-sifat yang ada dalam diri kita, maka dari itu setiap orang memiliki sifat dan karakter berbeda karena lahir di tempat dan waktu yang berbeda.

Human design memiliki 64 kode genetik pada kepribadian manusia, namun tidak semuanya dimiliki oleh masing-masing orang. Human design menunjukkan informasi tentang profile/peran seseorang di tengah kehidupan, strategi di kehidupan, authority/cara pengambilan keputusan pada seseorang, tujuan/tema kehidupan, cara makan, dll. Maka dari itu, human design berguna agar kita mampu mempelajari diri sendiri, mengetahui titik kekurangan dan kelebihan, kemampuan/potensi yang dimiliki, mengetahui range/batasan yang kita miliki agar kita lebih mengenal diri lebih dalam. Dengan mengenal diri sendiri lebih dalam, human design mampu membantu memudahkan kita dalam pengambilan keputusan supaya sesuai dengan kepribadian yang kita miliki.

Chart yang ada pada human design :

Tipe diri :

-        - Manifestor

Populasi -+ 8%. Kepribadian ini mempunyai energi murni sebagai sosok yang ditugaskan untuk memulai sesuatu. Goals utama untuk mencapai kedamaian.

-         - Generator

Populasi -+35%. Kepribadian ini merupakan sosok yang bekerja dan membangun. Memiliki energi yang banyak/besar untuk mensupport. Memfokuskan diri dalam pada satu bidang untuk hasil terbaik. Goals utama mencapai kepuasan dari apa yang dikerjakan.

-        - Manifesting generator

Populasi -+ 35% gabungan dari manifesting dan generator. Memiliki kepribadian hampir sama dengan generator, yang membedakan kepribadian ini tidak bisa monoton pada satu bidang, melainkan harus mengerjakan lebih dari satu bidang/bervariasi. Energinya banyak untuk melakukan hal yang disuka. Goals utama untuk mencapai kepuasan dari apa yang dikerjakan.

-         - Projector

Populasi -+21%. Kepribadian yang memimpin, mengarahkan, dan mengelola. Energi yang dikeluarkan bersifat atraktif/menarik sekitar untuk mencapai tujuan bersama. Goals mencapai kesuksesan, baik dalam bentuk sukses pada tujuan/materi, dll.

-         - Reflector

Populasi -+1%. Unsur kepribadiannya bersifat open. Merefleksikan setiap kondisi lingkungannya sehingga mereka menjadi cerminan pada situasi sekitarnya. Sakralnya bersifat open. Kepribadiannya untuk membaca lingkungan, bisa merasakan sensitivitas pada hal yang akan berpengaruh terhadap dirinya.

 

Refleksi terhadap Diri Sendiri

 


Saya adalah seorang generator. Seperti penjelasannya, seorang generator memiliki energi/kekuatan yang membangun. Menjadi sosok yang bekerja, lebih pada menghasilkan suatu yang nyata. Dalam pengambilan keputusan, saya suka mempertimbangkan orang lain, tapi juga mendengarkan secara mendalam kemauan yang muncul dari dalam diri saya sendiri. Tujuan utama yang dimiliki kepribadian saya adalah mencapai kepuasan. Sehingga yang saya lakukan harus sesuai dengan ekspektasi saya.

 

Mimpi dan Tujuan Kuliah

 

Saat lulus meniti ilmu pada sekolah menengah kejuruan, saya tidak berkeinginan untuk kuliah, karena merasa kuliah hanya untuk mendapat title, dan title bukanlah segalanya. Untuk mendapat ilmu saya bisa mengikuti kursus atau mempelajari di internet dan sumber lainnya. Namun seiring berjalannya waktu saya sadar, title menjadi kualifikasi sebagian besar perusahan dalam proses rekruitmennya. Setelah menyadari, karena biaya kuliah yang dikenal tidak kecil, saya bertekad harus membayar uang kuliah dengan uang saya sendiri, sehingga saya memilih untuk bekerja terlebih dahulu. Ada pepatah, tunda kuliah keasikan kerja. Iya, betul saya pernah merasakannya. Sampai suatu  saat saya memiliki pasangan yang memiliki gelar sarjana dan cukup pintar.  Ya, saya adalah orang yang tidak suka tersaingi. Saya merasa minder memiliki pasangan yang lebih pintar. Juga dipengaruhi faktor lingkungan yang pokok bahasannya tidak jauh dari bangku kuliah. Disitu diri saya termotivasi untuk mengambil tekad melanjutkan kuliah saya. Lagipula memang kuliah akhirnya penting. Karena kualifikasi perusahaan dalam rekruitmen pegawainya adalah title.

Tidak selamanya jabatan adalah hal yang dicari dari hasil kuliah dan memiliki title. Tidak hanya untuk title, ya saya kuliah memang tujuannya belajar. Apalagi kuliah sambil bekerja, dengan jurusan mata kuliah yang saya ambil sangat berhubungan dengan pekerjaan yang saya jalani. Banyak hasil pembelajaran di bangku kuliah yang saya terapkan juga di dunia kerja, dan sebaliknya. Banyak materi kuliah yang saya ketahui karena sudah saya jalani di seharian lingkungan kerja saya. Ada pepatah “tidak ada kata terlambat untuk belajar”.

Saya mulai lanjut kuliah di usia 23 tahun, maka dari itu saat ini berusaha untuk lulus tepat waktu bahkan dalam jangka waktu 3,5 tahun. Seperti hal biasa, tapi menurut saya merupakan kebanggaan kepada diri sendiri karena dijalankan sambil bekerja, bahkan berumahtangga. Di akhir semester 5 lalu saya memutuskan untuk menikah. Hal yang tidak terduga karena target saya tadinya mau menyelesaikan kuliah dulu, tapi dan rencana Tuhan ternyata berbeda.

Tujuan kuliah saya bukan karena orang lain. Orang-orang di sekitar saya hanyalah motivator. Tapi di balik itu, sebagai tuntutan kualifikasi perusahaan dalam menentukan pegawai, setelah lulus kuliah saya tidak selamanya bekerja untuk perusahaan orang, tapi saya ingin memiliki usaha sendiri. Dengan bekerja dan menghasilkan uang untuk ditabung, nantinya saya akan membangun suatu usaha. Usaha tidak harus perusahaan yang besar, seperti kata Bob Sadino “setinggi apapun pangkat yang anda miliki, tetap saja seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda miliki, maka anda adalah bosnya”.

Yang menjadi motivasi saya dalam menjalankan usaha, karena saya mau bekerja dengan lebih baik. Karena untuk usaha yang saya jalani sendiri tidak mungkin kerja dengan asal-asalan. Saya sering melihat orang yang bekerja asal menerima gaji saja, atau perilaku atasan yang tidak respect dengan bawahannya. Jika saya memiliki suatu usaha, saya berharap mampu menjadi orang yang bertanggungjawab, tidak hanya untuk keuntungan pribadi, namun menjadi berkat bagi setiap orang yang ada di sekitar saya.

No comments:

Post a Comment

The Purpose of Life

      (Nice homework)      1. Apakah sampai hari ini Anda tetap memilih bidang pekerjaan yang saat ini dilakukan? Ataukah setelah merenung b...